PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Tag Archives: kerjasama tim

Nekat Buka Tanpa Physical Distancing, Satu Tempat Hiburan di Surabaya Ditutup

Nekat Buka Tanpa Physical Distancing, Satu Tempat Hiburan di Surabaya Ditutup

bf9e1842-25d4-4eec-81d7-4dc705ce093c_169PT Kontak Perkasa – Petugas gabungan kembali merazia sejumlah tempat hiburan malam di Surabaya saat pandemi COVID-19. Hasilnya, tempat hiburan malam di Jalan Kenjeran, ditutup sementara. Selain itu, petugas juga menyita KTP belasan pengunjung lantaran melanggar tidak menggunakan masker.

Dari pantuan detikcom, razia gabungan yang dilakukan petugas gabungan terdiri Satpol PP Provinsi Jatim, Satpol PP Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Garnisun dan ormas, ini razia sejumlah tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) dalam penerapan protokol kesehatan yang sudah diatur dalam Perwali No 28 Tahun 2020.

Saat razia di Jalan Kenjeran, petugas mendapati protokol kesehatan tidak dijalankan sepenuhnya. Mulai dari menyiapakan tempat cuci tangan, pengunjung tidak menggunakan masker hingga tidak ada penerapan physical distancing.

Kabid Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Surabaya Pieter Frans Rumaseb membenarkan tempat hiburan malam di Jalan Kenjeran tidak menerapkan protokol kesehatan dan physical distancing sesuai dengan Perwali No 28 tahun 2020.

Baca Juga : Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas

“Kita cek dari luar sudah terlihat pelanggaran, misalnya untuk cuci tangan tidak ada profil tank, artinya tempat ini pasti dikunjungi jumlah orang yang banyak. Tapi untuk cuci tangan mereka siapkan hand sanitaizer satu botol saya yang mungkin cepat habis,” kata Pieter kepada wartawan di lokasi, Jumat (19/6/2020).

Pieter menambahkan, saat dilakukan pengecekan petugas menemukan kasir yang tidak menggunakan pembatas plastik transparan yang berfungsi sebagai penyekat atau batas antara kasir dan pengunjung.

“Terus tadi karyawan tidak menggunakan sarung tangan. Terus ada juga yang tidak menggunakan face sheild, pasti mereka berinteraksi dengan pengunjung bisa berpotensi menjadi penyebaran,” ungkapnya.

Pihaknya, jelas dia, juga mendapati pengunjung tidak mengatur jarak dan saling berdempetan. Dan tidak ada penerapan physical distancing satu sama lainnya.