PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

^N225 14283.72-112.32 – -0.78% ^FTSE 6725.82+4.48 – +0.07% ^HSI 22775.971-30.609 – -0.13% ^KS112042.32-5.82 – -0.28% ^IXIC3940.129-3.232 – -0.08% ^JKSE 4555.492-35.046 – -0.76% ^JKLQ45 764.511-8.308 – -1.08% CLK12.NYM N/A – N/A PAL 1.07+0.0015 – +0.16% PLG 2.00-0.02 – -1.74% COCO 2.64-0.025 – -1.00% GCJ12.CMX N/A – N/A WP Stock Ticker



5 Ilmuwan Muslim Ini Temukan Teori Astronomi, Bumi Datar atau Bulat?

5 Ilmuwan Muslim Ini Temukan Teori Astronomi, Bumi Datar atau Bulat?

bumiKontak Perkasa Futures – Sebelum dua astronout Uni Emirat Arab, Hazza Al Mansour dan astronaut Malaysia Dr Sheikh Muszaphar Shukor bersumpah bahwa bumi itu bulat, belasan abad yang lalu sejumlah ilmuwan muslim sudah melakukan penelitian. Ada Al-Batani yang berhasil menentukan jumlah hari dalam satu tahun, hingga Muhammad Taragai Ulugh Beg yang berhasil menghitung kemiringan poros bumi.

Berikut ini biografi singkat 5 Ilmuwan Muslim yang juga dikenal sebagai astronom.

Al-Battani

Dia diperkirakan lahir pada 858 Masehi di Harran, Turki dengan nama asli yang cukup panjang: ‘Abdullah Muhammad bin Jabir ibn Sinan ar-Raqqi al-Harrani as-Sabi al-Battani. Keluarganya adalah penganut sekte Sabian yang menyembah bintang.

Perbedaan keyakinan inilah penyebab, Al-Battani yang muslim untuk mempelajari ilmu astronomi atau perbintangan. Banyak teori astronomi yang muncul dari karyanya. Misalnya terkait posisi bintang-bintang dalam tata surya.

Salah satu temuan Al-Battani yang terkenal adalah penentuan tahun matahari selama 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Salah satu karyanya yang terkenal yakni al-Zig al-Sabi yang dikenal sebagai ensiklopedia astronomi telah diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Abdel Rahman Al-Sufi

Ilmuwan muslim ini memiliki nama lengkapnya Abd ar-Rahman bin Umar al-Sufi Abul Husayn. Dia lahir di Rayy, Persia pada 5 Desember 903 M dan juga dikenal dengan nama Azophi. Awalnya dia menerjemahkan karya-karya ilmuwan Yunani kuno khususnya terkait bidang astronomi ke bahasa Arab. Salah satunya yang dia terjemahkan adalah Almagest karangan Ptolomeus.

Belakangan Al-Sufi juga meneliti dan mengkaji pemikiran Ptolomeus. Salah satu karya Al-Sufi yang terkenal ialah buku ” Al-Kawakib As- Sabit Al-Musawwar”. Dia adalah saintis pertama yang menerangkan tentang keadaan bulan dan galaksi.

Abul Wáfa al-Buzhgani

Ilmuwan muslim berikutnya adalah Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani yang lebih dikenal dengan Abul Wáfa al-Buzhgani. Lahir di Nishapur, Iran pada 940 Masehi. Sejak kecil dia sudah tertarik mempelajari ilmu alam. Dia juga belajar ilmu matematika khususnya geometri. Dia juga mempelajari pergerakan bulan sehingga salah satu kawah di bulan diberi nama Abul Wáfa

Abū Ishāq Ibrāhīm Ibn Yahya Al-Zarqālī

Namanya lebih dikenal sebagai Arzachel di Eropah Latin dan Azarquiel di Andalusia. Ia hidup antara tahun 1028 – 1087 M. Dia dikenal sebagai astronom sekaligus ahli ilmu falak yang paling unggul di masanya. Dia juga dikenal sebagai pembuat peralatan dari logam dan telah menciptakan perangkat seperti astrolabe yang disebut lembar atau Al-Zarkalah.

Muhammad Taragai Ulugh Beg

Dia adalah seorang raja di Samarkand, Uzbekistan yang hidup pada 1394 – 1449. Ulugh Beg, -begitu biasa dia dikenal-, lahir di Soltaniyah, Iran. Meski seorang raja, dia lebih tertarik menekuni ilmu pengetahuan. Pada tahun 1420 ia membangun sebuah observatorium terbesar di Samarkand untuk mengobservasi planet-planet dan bintang-bintang.

Ulugh Beg berhasil menghitung kemiringan poros bumi dengan sangat akurat mendekati ketepatan pengukuran dunia modern. Menurut penghitungannya, rotasi kemiringan poros bumi yakni 26.000 tahun. Lingkar bumi juga diukur, dan hasilnya adalah 24.835 mil. Hanya meleset sedikit dari hasil pengukuran zaman modern dengan peralatan lebih canggih: 24.906 mil.

Belasan abad yang lalu para ilmuwan muslim itu telah meneliti pergerakan bulan, bintang dan bumi. Temuan mereka dipakai dalam dunia ilmu pengetahuan modern saat ini.

[print_thumbnail_slider]