Minyak Tergelincir Terkait Rencana AS Melepas Cadangan Minyak Daruratnya

d75ffca766478b1850d10900ffa6c237

Kontak Perkasa Futures – Harga minyak turun lebih dari 1% pada Selasa (23/11) menjelang rilis yang diharapkan dari cadangan minyak mentah AS guna mendinginkan pasar, sementara kasus COVID-19 yang kembali bangkit di Eropa juga membebani permintaan.

Pelepasan cadangan minyak darurat yang direncanakan Amerika Serikat merupakan bagian dari rencana yang telah dibicarakan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden dengan China, India dan Jepang untuk menurunkan harga energi.

Minyak mentah berjangka Brent turun 69 sen, atau 0,87%, menjadi $79,01 per barel pada 0938 GMT dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 98 sen, atau 1,28%, pada $75,77.

“Presiden AS Biden dikatakan sedang bersiap-siap untuk mengumumkan pelepasan minyak dari cadangan minyak strategisnya bersama dengan beberapa negara lain,” ungkap ANZ dalam sebuah catatan.

Aliansi OPEC+ antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu termasuk Rusia sejauh ini telah menolak permintaan berulang dari Washington untuk memompa lebih banyak minyak. Pada hari Senin harga naik lebih dari 1% di tengah laporan bahwa OPEC+ dapat menyesuaikan rencana kenaikan produksi jika negara-negara konsumen besar melepaskan minyak mentah dari cadangan atau jika pandemi mengurangi permintaan.

Harga telah turun di bawah $80 per barel dari level tertinggi tiga tahun lebih dari $86 pada 25 Oktober di tengah pembicaraan tentang rilis terkoordinasi dan potensi pukulan terhadap permintaan energi dari gelombang keempat kasus COVID-19 di Eropa.

Pelepasan dari cadangan diperkirakan hanya berdampak sementara pada harga, ungkap para analis.(yds)

Sumber: Reuters

 

PT KP Press

Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa

PT Kontakperkasa Futures