Euro Runtuh; Pedagang Menanti Uji Konsumen AS

3a1e0275cb17547a30827d938072b2a7

PT KP Press – Euro mendekam di level terendah 16-bulan pada Selasa (16/11) sementara dolar menguat karena para pedagang menunggu data penjualan ritel AS, waspada pembacaan kuat yang dapat memicu inflasi dan menambah tekanan pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya.

Pembicaraan antara Presiden AS Joe Biden dan Xi Jinping selama sesi Asia juga kemungkinan akan mengatur nada di pasar keuangan, serta pergerakan mata uang apapun hasil dari diskusi tersebut.

Yuan stabil di 6,3812 per dolar di luar negeri.

Semalam euro telah jatuh di bawah $1,14 untuk pertama kalinya sejak Juli tahun lalu di tengah kekhawatiran akan wabah COVID-19 dan ketika ketua bank sentral Eropa mendorong kembali Langkah-langkah untuk menahan inflasi.

Mata uang umum stabil di $1,1361 setelah jatuh sejauh $1,1356 pada hari Senin dan penurunan membantu indeks dolar AS ke level tertinggi 16 bulan di 95,595. Dolar juga menguat terhadap yen semalam dan secara luas stabil di tempat lain.

Terakhir dibeli 114,14 yen sementara euro berada di dekat level terendah satu bulan di 129,64 yen yang disentuh kemarin.

Aussie terakhir melayang di $0,7346, tepat di bawah rata-rata pergerakan 50 hari di $0,7362. Kiwi sedang menunggu pertemuan Reserve Bank of New Zealand pekan depan dan stabil di level $0,7040.

Sementara itu Sterling berada di $1,3411.(yds)

Sumber: Reuters

 

PT KP Press

Kontak Perkasa Futures

PT Kontak Perkasa

PT Kontak Perkasa Futures