PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November, Naik ke Rp1,004 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini 3 November, Naik ke Rp1,004 Juta

harga-emas-antam-naik_169PT KP Press – Harga emas PT Aneka Tambang (Persero) alias Antam bertengger di level Rp1,004 juta per gram pada Selasa (3/11). Posisi ini naik Rp10 ribu dari Rp994 ribu per gram pada Senin (2/11).

Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) naik Rp11 ribu per gram dari Rp885 ribu menjadi Rp896 ribu per gram pada hari ini.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram senilai Rp532 ribu, 2 gram Rp1,94 juta, 3 gram Rp2,89 juta, 5 gram Rp4,8 juta, 10 gram Rp9,53 juta, 25 gram Rp23,71 juta, dan 50 gram Rp47,49 juta. Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp94,61 juta, 250 gram Rp237,26 juta, 500 gram Rp473,32 juta, dan 1 kilogram Rp944,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Sementara harga emas di perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX berada di posisi US$1.898,6 per troy ons atau naik 0,32 persen. Begitu juga dengan harga emas di perdagangan spot tumbuh 0,08 persen ke US$1.897,02 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan ada potensi penguatan harga emas dari sentimen pelemahan dolar AS pada hari ini. Selain itu, juga didukung oleh membaiknya data ekonomi di sejumlah negara.

Baca Juga : Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas

“Pasar masuk kembali ke aset berisiko menanggapi berita positif dari membaiknya data-data aktivitas manufaktur di beberapa negara besar dunia seperti China, Jepang, Eropa dan AS,” jelas Ariston kepada CNNIndonesia.com, Selasa (3/11).

Ia memperkirakan harga emas akan bergerak di kisaran US$1.880 sampai US$1.910 per troy ons pada hari ini. Penguatan emas juga akan didukung oleh perkembangan Pemilu AS.

“Pasar menantikan perkembangan pemilu AS yang berlangsung malam ini. Ada potensi pasar berkonsolidasi atau terkoreksi kembali menantikan hasil bayangan Pemilu AS tersebut,” pungkasnya.