PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Empat Emiten Diproyeksi Hiasi Wajah Baru Saham LQ45

Empat Emiten Diproyeksi Hiasi Wajah Baru Saham LQ45

hdbKontak Perkasa futures – Wajah indeks LQ45 akan segera berubah. Rebalancing (penyeimbangan) yang dilakukan dua kali dalam setahun itu, yaitu tiap Januari dan Juli di depan mata.

Pendiri Ellen May Institute sekaligus Analis Ellen May mengatakan bakal ada penyegaran di kelompok saham-saham berlikuiditas tinggi tersebut. Diproyeksi, setidaknya ada empat saham baru yang melenggang menjadi anggota baru LQ45.

“Diperkirakan ada empat saham yang akan masuk ke dalam indeks LQ45 dan mayoritas merupakan saham sektor tambang,” imbuh Ellen seperti dikutip dari risetnya, Selasa (14/7).

Pertama, yaitu PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). MDKA dinilai Ellen layak masuk LQ45 selain karena market cap (kapitalisasi saham) yang mencapai Rp33 triliun, kinerja MDKA juga diperkirakan positif seiring dengan pergerakan harga saham yang juga terus naik.

MDKA masuk radar Ellen sebab saham tambang ini naik 41 persen sepanjang tahun di tengah pandemi covid-19. RTI Infokom mencatat, harga MDKA melesat ke posisi 1.540 pada perdagangan Selasa (14/7) dari posisinya di awal tahun di level 890.

“MDKA menjadi saham yang paling berpotensi untuk masuk LQ45. Selain market cap MDKA terbesar dibandingkan empat calon penghuni LQ45, kinerja MDKA juga diperkirakan positif,” terang dia.

Kedua, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA). Berkapitalisasi Rp32,48 triliun, saham yang bergerak di usaha kesehatan ini menjadi kandidat Ellen selanjutnya. Memang, kinerja MIKA terbilang apik, dalam 3 bulan terakhir MIKA tumbuh 10,68 persen dan mendarat di posisi 2.280.

Baca Juga : Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas

Ketiga, yaitu PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Perusahaan yang bergerak di bidang energi ini memiliki market cap sebesar Rp8,24 triliun. Namun, kinerja MEDC terpantau lesu, sepanjang 2020 emiten tercatat merosot sebesar 46,82 persen dari posisi awal tahun 950 menjadi 460 pada pertengahan Juli.

Posisi terakhir diisi oleh PT Timah Tbk (TINS), anak perusahaan Inalum ini disebut Ellen layak masuk LQ45 karena kapitalisasi pasarnya yang terbilang lumayan, yaitu Rp4,8 triliun. Dalam 3 bulan terakhir, perusahaan terpantau menguat 43,97 persen dan berlabuh di harga Rp645 per saham pada pertengahan Juli 2020.

“Selain itu, ada empat saham juga yang diperkirakan keluar dari LQ45. Saham-saham tersebut adalah TKIM, BSDE, BRPT, ITMG. Masing-masing market cap saham tersebut sebesar Rp21,33 triliun, Rp15,77 triliun, Rp119,07 triliun, dan Rp 8,67 triliun,” paparnya.

Untuk informasi, LQ45 merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 45 saham yang memiliki likuiditas tinggi dan kapitalisasi pasar besar serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik. Indeks LQ45 merupakan salah satu indeks yang menjadi acuan manajer investasi untuk menyusun portfolionya.

Saham-saham yang masuk ke dalam indeks LQ45 juga dilihat investor memiliki nilai lebih, sehingga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap saham tersebut.

Hal ini karena LQ45 dipilih dengan mempertimbangkan besarnya kapitalisasi, likuiditas, dan fundamental perusahaan. Sehingga akan ada efek positif untuk saham yang masuk ke dalam indeks LQ45.