PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Angin Segar Vaksin Corona, IHSG Bakal Menghijau

Angin Segar Vaksin Corona, IHSG Bakal Menghijau

0ce997ee-119e-4b55-93d9-a494fa615099_169PT KP Press – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis ini (2/7/2020) diperkirakan akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas.

Sebelumnya pada Rabu kemarin, IHSG ditutup menguat sebesar 0,18% ke posisi 4.914,38. Nilai transaksi bursa mencapai Rp 6,17 triliun dengan volume 6,17 miliar unit saham.

PT Mega Capital Sekuritas menilai, penguatan tersebut ditopang oleh sentimen positif dari rilis data PMI (Purchasing Manager Indeks) China yang mencapai 51.2 pada bulan Juni 2020, di atas ekspektasi pasar.

Dari dalam negeri, manufaktur Indonesia periode Juni 2020 juga menunjukkan perbaikan yaitu berada di 39.1, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 28.6.

Sementara itu, bursa Wall Street AS ditutup pada Rabu waktu AS (Kamis pagi) bervariasi dengan indeks Dow Jones turun -0.30%, S&P naik 0,50% dan Nasdaq naik 0,95% ke rekor tertinggi baru didorong oleh harapan akan vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh Pfizer dan BioNTech.

“IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas pada rentang 4.810-4.975,” tulis Mega Sekuritas, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga : Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas

Terlihat dari indikator Stochastic yang mengalami bullish crossover memberikan peluang terjadinya penguatan. “Namun jika indeks berbalik melemah dapat menguji 4.810,” papar Mega Sekuritas.

Sementara itu, dari dalam negeri, PT Pilarmas Investindo Sekuritas mencermati, pelaku pasar juga mencermati rilis data ekonomi dari BPS terkait rilis data inflasi Juni sebesar 0,18%. Maka, inflasi tahun kalender adalah sebesar 1,09% dan secara tahunan 1,96%. Penyebab inflasi ditopang dari peningkatan harga barang bergejolak.

Adapun, Reliance Sekuritas juga menyebut, sentimen positif datang di tengah pandemi Covid-19. Sebanyak tujuh perusahaan dari Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Amerika Serikat akan memulai pembangunan pabrik di kawasan industri Batang di Jawa Tengah dengan total investasi US$ 850 juta.

Indonesia akhirnya menuai manfaat dari relokasi perusahaan multinasional dari China, ekonomi terbesar di Asia Tenggara juga telah menerima komitmen dari setidaknya 17 perusahaan untuk pindah ke kawasan industri, dengan total investasi diperkirakan mencapai US$ 37 miliar.