PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

KSP: DKI Jakarta Belum Bisa Disebut sebagai Episentrum Corona

KSP: DKI Jakarta Belum Bisa Disebut sebagai Episentrum Corona

dkiKontak Perkasa Futures – Provinsi DKI Jakarta mencatat ada 125 kasus positif virus corona COVID-19 dan 12 kasus kematian akibat virus tersebut. Kantor Staf Presiden (KSP) berpendapat, DKI Jakarta belum bisa diistilahkan sebagai episentrum virus Corona.

“Saya kira mesti hati-hati dengan istilah episentrum. Karena tentu saja kalau lihat Wuhan, itu sudah ribuan yang terjangkit. DKI memang cukup banyak (kasus virus Corona), tapi saya kira belum disebut sebagai episentrum,” kata Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian saat dihubungi, Rabu (18/3/2020) malam.

Meski belum bisa disebut sebagai episentrum, Donny mengatakan DKI Jakarta perlu perhatian khusus dalam penanganan. Kesiapan rumah sakit (RS), tenaga medis, dan kebijakan terkait harus diputuskan tepat sasaran.

“Tapi kita melihat sebagai wilayah yang perlu diperhatikan khusus atau diwaspadai sehingga langkah terkait harus diambil, terutama kesiapan RS, tenaga medis, masker, dan lain sebagainya,” ujar Donny.

Jika mengacu pada data 227 kasus positif virus corona di Indonesia, 55% di antaranya dari DKI Jakarta. Sedangkan dari total 19 angka kematian, prosentase di DKI Jakarta sebesar 63,1%.

“Ada penambahan 55 kasus positif sehingga total keseluruhan sampai dengan sekarang sampai melaporkan data pukul 12.00 WIB 227 kasus positif,” kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang disiarkan di laman YouTube BNPB, Rabu (18/3).