PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Corona Serang RI, Warga Borong Sembako hingga Masker

Corona Serang RI, Warga Borong Sembako hingga Masker

coronaKontak Perkasa Futures – Berita terpopuler detikFinance, Senin (2/3/2020) tentang panic buying alias aksi borong belanjaan yang dipicu geger virus corona. Aksi ini terjadi setelah pemerintah mengumumkan 2 WNI di Depok, Jawa Barat, positif terjangkit virus corona.

Suasana panik buying pun tak terbendung di toko swalayan pada Senin sore saat jam pulang kerja. Salah satunya toko swalayan di kawasan Jakarta Timur yang sempat disambangi detikcom.

Bahan pangan seperti minyak goreng, beras, sayuran, hingga mi instan diborong masyarakat. Selain bahan pangan, panic buying juga terjadi di Pasar Pramuka.

Warga berbondong-bondong memborong masker, tisu basah hingga hand sanitizer. Bahkan, harga masker tembus Rp 350.000/box.

Dua orang Indonesia positif tertular virus Corona. Kabar geger tersebut menyebabkan sejumlah warga Jakarta menyerbu Pasar Pramuka yang merupakan pusat penjualan alat kesehatan.

Dari pantauan detikcom, lalu lintas menuju Pasar Pramuka dari arah Jalan Pemuda, Rawamangun padat. Palang parkir penuh pun tertulis di gerbang utama pasar.

Seorang pengunjung Pasar Pramuka, Didi (33) yang merupakan driver ojek online mengatakan, ia langsung menghentikan aktivitas mencari penumpang hari ini untuk mencari masker di Pasar Pramuka.

“Saya baca berita langsung ke sini dari Cempaka Putih. Saya cari masker neo mau beli banyak,” kata Andi kepada detikcom di kiosnya, Senin (2/3/2020)

Selain itu, Angel (40) seorang warga Depok langsung bergegas menyambangi Pasar Pramuka untuk membeli masker.

“Dengar kabar di Depok saya panik. Saya lagi pergi ke sini, cari online nggak ada, nanya-nanya orang katanya di sini ada,” papar Angel.

Virus corona telah merambah ke Indonesia. Hal itu terbukti dengan dinyatakan positif corona atas dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang bertempat tinggal di Depok, Jawa Barat.

Kabar itu menyebabkan permintaan akan masker melonjak drastis. Dari pantauan detikcom, Senin (2/3/2020), pengunjung di Pasar Pramuka, Jakarta Timur menyerbu penjual masker.

Seorang pedagang obat dan alat kesehatan, Neni mengaku harga masker dengan merek Sensi sudah melonjak drastis. Dari yang awalnya dijual dengan harga Rp 25.000 satu box (50 lembar), kini harga masker Sensi ia jual Rp 350.000 atau sudah naik 1400%.

“Dari Januari sudah naik. Kemarin-kemarin diborong kebanyakan oleh orang China. Sekarang orang Indonesia yang borong,” kata Neni kepada detikcom di kiosnya, Senin (2/3/2020).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja mengumumkan bahwa ada 2 WNI yang positif terkena virus corona. Mereka diduga tertular WNA asal Jepang yang sempat berkunjung ke Indonesia.

Kabar tersebut ternyata membuat masyarakat langsung beramai-ramai memborong barang seperti hand sanitizer, masker, obat-obatan dan multivitamin, hingga makanan di ritel-ritel yang ada. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) Tutum Rahanta mengimbau masyarakat untuk tidak panik belanja sebab dipastikan stok akan terus mencukupi.

“Memang terjadi peningkatan dari biasanya, tapi stok mencukupi dan diharapkan masyarakat tidak panic buying,” kata Tutum kepada detikcom, Senin (2/3/2020).

Menurutnya, bila masyarakat panik belanja, malah akan membuat pembeli sulit mendapatkan barang yang diinginkannya. Sebab, pengelola ritel belum sempat mengeluarkan stok barang dari gudang untuk dipajang di rak barang ritel-ritel tersebut.

“Tak perlu panik, persediaan stok aman, kalau panic buying, perputaran stock yang dipajang tidak keburu. Kan barang perlu dipajang yang di keluarkan dari gudang penyimpanan,” sambungnya.

Kabar mengejutkan menghebohkan Tanah Air. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan 2 orang Warga Negara Indonesia (WNI) positif mengidap virus corona.

Kabar itu menyebabkan sejumlah toko obat dan alat kesehatan diserbu. Tak hanya itu, toko swalayan juga dipadati masyarakat untuk memborong sembako.

Hal itu terbukti ketika detikcom mendatangi toko swalayan di bilangan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (2/3/2020).

Begitu memasuki kawasan Rawamangun, lalu lintas sudah padat. Kendaraan pribadi pengunjung toko swalayan itu terparkir di pinggir jalan. Tak kira-kira, 4-5 gedung ruko di sebelah toko swalayan ini juga dipenuhi kendaraan pengunjung yang menumpang parkir.

Kabar adanya warga Depok, Jawa Barat yang terinfeksi virus Corona membuat masyarakat panik. Masyarakat tidak hanya memborong masker tapi juga sembako di pasar swalayan.

Menanggapi hal itu Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, pemerintah akan mengambil langkah pencegahan kosongnya stok sembako di pasar. Caranya dengan menggandeng Polri untuk membatasi masyarakat belanja sembako.

“Justru itu kita akan mengambil langkah-langkah itu. Nanti Kapolri supaya menurunkan anggotanya untuk ikut membatasi masyarakat melakukan hal yang berlebihan seperti itu,” ujarnya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2020).