PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

DPR Kritik Keras soal Banjir, Ini Jawaban Anies

DPR Kritik Keras soal Banjir, Ini Jawaban Anies

dprKontak Perkasa Futures – DPR RI menyentil konsep naturalisasi penanganan banjir ala Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Konsep yang dibuat berbeda dengan konsep ala Gubernur sebelumnya yakni Joko Widodo (Jokowi) tersebut dinilai tak memberi perubahan signifikan.

Untuk itu, menurut Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dari fraksi PDIP menantang Anies agar fokus menunjukkan kinerjanya dalam menangani banjir ketimbang repot-repot mengagas konsep baru.

“Sebetulnya kami ingin menyelesaikan perdebatan di luar terkait dengan naturalisasi dan normalisasi. Tapi kami pengin dengar apa sih kerjanisasi yang telah dilakukan,” kata Lasarus di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Hal itu ia sampaikan karena Komisi V kecewa dengan ketidakhadiran Anies dalam rapat penanganan banjir di DPR RI siang kemarin. Ia menuturkan, baru kali ini Gubernur DKI Jakarta tak hadir dalam rapat dengan DPR RI. Sedangkan, pejabat sebelumnya senantiasa selalu hadir.

“Ini undangan pertama (di periode 2019-2024), tapi dulu pernah mengundang Gubernur (DKI Jakarta) lain semuanya datang kecuali Pak Anies. Baru beliau yang tidak datang dan Gubernur Jabar dan Banten,” ujar Lasarus.

Tak hanya itu, Lasarus juga menyinggung alokasi anggaran Pemprov DKI Jakarta untuk konsep naturalisasi yang diusung Anies sendiri. Menurutnya, untuk pembebasan lahan kawasan Sungai Ciliwung saja Anies tak memberikan alokasi anggaran.

Ia berpendapat, hal itu menunjukkan tak ada kinerja yang dihasilkan Pemprov DKI Jakarta untuk menangani banjir Sungai Ciliwung. Padahal, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono terus menunggu proses pembebasan lahan demi bisa menyelesaikan normalisasi Ciliwung yang baru berjalan 16 km dari total 33 km.

“Kalau tidak dibebaskan, Pak Menteri tidak bisa kerja. Jadi berdebat di sini perkaranya tidak normalisasi atau naturalisasi, tapi tidak ada kerjanisasi,” pungkasnya.

Apa kata Anies soal itu?

Disentil seperti itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan langsung angkat bicara. Ditemui di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Anies menyebut bukannya niat mangkir, namun memang sedang fokus memberikan pelayanan ke masyarakat terdampak banjir sehingga tak sempat menghadiri undangan rapat tersebut.

“Sebenarnya dari malam, kita itu terus di lapangan, bersama dengan warga, karena sampai dengan tadi pagi itu masih banyak genangan-genangan, jadi berada di lapangan terus,” kata dia, Rabu (26/2/2020).

Karena itu ia meminta berbagai pihak memahami kondisi tersebut. Termasuk DPR yang mengundangnya rapat penanganan banjir.

“Karena itu saya sampaikan kepada semua, izinkan saya bekerja bersama rakyat dulu sekarang ini, bersama warga. Pembahasan mengenai banjir dan lain-lain kita lakukan sesudah warga bisa kembali lagi ke rumahnya masing-masing, dan Alhamdulillah sore ini 100% sudah surut,” beber Anies.

Sepanjang hari ini pun ia terus melakukan koordinasi dengan instansi dan pejabat terkait agar banjir cepat surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan normal.

Ia pun menjabarkan sejumlah kerja-kerja yang dijalankannya semenjak banjir melanda sejak 25 Februari 2020 lalu.

“Bukan hanya pengecekan lapangan, kan pengecekan lapangan itu satu memastikan bahwa kebutuhan logistik dari masyarakat itu terpenuhi. Kedua, pos-pos kesehatan melayani semua kebutuhan,” paparnya.

Selain itu, kerja lainnya yang dilakukan Anies menangani banjir kali ini ialah memastikan sistem drainase lancar tanpa hambatan sehingga genangan bisa cepat surut.

Lebih lanjut, Anies mengaku telah bekerja sejak malam kemarin untuk menangani banjir kali ini.

“Kemudian, semalaman kita mengeringkan semua jalur-jalur utama, karena itu tadi pagi semua jalur utama sudah bebas dari air karena genangan baik itu underpass, atau pun jalan lainnya. Semuanya dikerjakan. Jadi ini tuh non stop,” paparnya.

Sayangnya, saat ditanya terkait langkah pencegahan terhadap banjir selanjutnya, Anies enggan buka suara dan langsung bergegas menuju mobil buggy untuk meninggalkan lokasi.

“Cukup,” pungkasnya.