PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Sensasi Mudik Mewah: Ada Harga, Ada Rasa

Sensasi Mudik Mewah: Ada Harga, Ada Rasa

mudik mewahKontak Perkasa – Mudik menjadi tradisi banyak masyarakat jelang hari raya. Semua kalangan pun tak luput dari keinginan untuk pulang ke kampung halaman terlebih mendekati Lebaran.

Di tengah hiruk pikuk mudik ini justru muncul fenomena yang unik. Yaitu penyedia sarana mudik dengan fasilitas mewah bintang lima.

Fasilitas-fasilitas mewah ini menawarkan beragam kenyamanan saat bermudik. Pemudik mewah tak perlu antre membeli tiket, macet, berdesak-desakan dan lainnya.

Ada harga ada pelayanan. Tarif yang dipatok pun selangit. Fenomena ini menjadi kontras dengan banyaknya orang yang justru mencari tiket termurah untuk bepergian.

PT Whitesky Aviation menawarkan mudik mewah pakai helikopter. Layanan yang ditawarkan ini biasa disebut Helicity.

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja menjelaskan layanan ini merupakan layanan pengantar pemudik menggunakan helikopter.

“Ya kayak helikopter biasa aja. Kami antarkan penumpang pakai helikopter, karena ini adalah salah satu transportasi dengan efisiensi waktu paling bagus,” kata Denon saat berbincang bersama detikFinance.

Denon menjelasakan Helicity melayani rute dari Jakarta menuju beberapa titik di Jawa Barat seperti Bandung, Sukabumi, dan Cirebon. Setidaknya, ada 170 helipad alias pendaratan khusus helikopter yang bisa digunakan untuk antar dan jemput penumpang di Jakarta dan Jawa Barat.

“Kami masih hanya melayani Jakarta ke sekitar Jawa Barat ya, sekarang sih Jakarta-Bandung masih jadi rute paling favorit ya. Sejauh ini ada 170 helipad yang bisa jadi titik antar jemput penumpang ya,” jelas Denon.

Denon juga menjelaskan bahwa transportasi yang dikembangkan pihaknya sangat efisien dalam segi waktu tempuh. Denon menjelaskan dari Jakarta ke Bandung saja hanya butuh 30-40 menit.

“Kalau mewah fasilitas kita biasa aja ya, cuma mungkin kita efisien waktunya jadi dibilang rada eksekutif. Misalnya Jakarta ke Bandung atau sebaliknya ya itu cuma butuh 30-40 menitan ya,” kata Denon.

Untuk sekali terbang menggunakan helikopter dari Jakarta sampai Bandung harga yang dipatok oleh pihak Denon sebesar Rp 14 juta- Rp 24 juta.

Pihaknya sendiri menyediakan dua jenis helikopter, pertama dengan kapasitas 4 orang yang sekali terbangnya dipatok Rp 14 juta. Satunya lagi berkapasitas 6 orang dengan tarif Rp 24 juta sekali terbang.

“Itu kalau Jakarta-Bandung range harganya antara Rp 14-18 juta untuk 4 orang, yang 6 orang 24 juta,” sebut Denon.

PT Blue Bird dengan sarana Big Bird-nya menawarkan mudik dengan fasilitas mewah lainnya. Big Bird merupakan bus dengan fasilitas layaknya pesawat kelas bisnis.

Bambang Kusumo, GM Big Bird Jakarta mengatakan bahwa pihaknya menyediakan bus dengan fasilitas berasa naik pesawat kelas bisnis. Fasilitas serba premium menurutnya diberikan bagi para penumpang.

“Ya mirip seperti pesawat bisnis lah fasilitasnya. Mobil ini kualitas premium dilengkapi dengan 12 seater, ada personal entertainment setiap bangkunya ada tv kecilnya,” ungkap Bambang kepada detikFinance.

Selain tempat duduk yang nyaman dan dilengkapi personal entertainment, fasilitas lain yang disebutkan Bambang adalah adanya lounge alias ruang bersantai yang dilengkapi dengan sofa dan juga bisa berkaraoke.

“Ada loungenya isinya ada sofa, mini kitchen set, mini bar, ada set karaoke juga disana. Jadi di lounge itu ada televisi flat besar dan sound system, ada juga toiletnya di situ,” sebut Bambang.

Saking miripnya dengan pesawat terbang, Bambang mengatakan pihaknya pun memberikan fasilitas pelayan macam pramugari/pramugara sebagai pemandu di dalam bus.

“Kita juga lengkapi dengan chaperone, semacam kru yang memandu dan melayani tamu selama perjalanan,” sebut Bambang.

Untuk mudik sendiri kata Bambang hingga kini Big Bird sudah dipesan secara penuh dari 5 hari sebelum hari raya lebaran. Pebisnis hingga petinggi perusahaan pelat merah menurutnya telah memenuhi jadwal Big Bird.

“Sampai dengan hari ini h-5 sampai h-1 lebaran kita sudah full-booked ya memang itu peaknya. Rata-rata ke Jawa Tengah dan Jawa Timur pemesannya, biasanya (yang pesan) sih BUMN yang mudik bersama buat angkut petingginya, ada juga pengusaha-pengusaha, perusahaan nasional multinasional gitu juga ada,” kata Bambang.

Bambang menyatakan dengan fasilitas bak pesawat kelas bisnis, pihaknya mematok tarif bus mewah ini paling rendah Rp 4,2 juta. Bahkan ada juga yang mencapai Rp 26,5 juta.

“Sebetulnya sesuai dengan tujuan ya. Kalau harganya itu kisaran Rp 4,2 juta sampai Rp 9 juta kalau yang jenis Bravo, kalau yang Alfa itu bisa Rp 9 juta sampai Rp 26,5 juta,” kata Bambang.

“Bedanya tuh kalau Bravo nggak ada loungenya aja,” tambahnya.

Perencana Keuangan Andi Nugroho menyebutkan potensinya yang akan menggunakan fasilitas ini sendiri kemungkinan adalah orang dengan gaji Rp 15 juta – 20 juta ke atas.

“Paling nggak yang kisarannya penghasilan minimal Rp 15 juta – Rp 20 juta lah, belum lagi ditambah sekali gaji buat THR,” ungkap Andi waktu berbincang dengan detikFinance.

Angka tersebut sendiri didapatkannya dengan mengasumsikan si pemudik menggunakan bus mewah yang biayanya paling minim Rp 4 jutaan. Dengan memperkirakan satu keluarga ada 4 orang, pastinya gaji si pemudik berada di atas jumlah harga mudik mewah.

“Kita ambil contoh misalnya yang bus paling minim aja Rp 4 juta kan, misal satu keluarga itu 4 orang kan, mereka Rp 16 juta jadinya kan. Ya jelas pasti yang pakai mudik mewah ya yang gajinya di atas segitu,” papar Andi.

Andi mengatakan meski tidak banyak kalangan, tapi bisa dipastikan untuk peminat mudik mewah tetap ada.

“Kita nggak menutup mata beberapa orang juga kan penghasilannya cukup tinggi ya jauh dari rata-rata orang Indonesia,” ungkapnya.

Bukan hanya mengandalkan gaji bahkan, bisa saja menurut Andi orang yang memang nekat menabung untuk menggunakan sarana mudik mewah. Dengan tujuan yang cukup remeh, yaitu untuk pamer.

“Nggak menutup kemungkinan ya ada juga orang yang minat padahal gajinya kecil, dia relain nabung buat pulang kampung naik helikopter misalnya. Kaya yang saya bilang mudik juga memunculkan ego, bahwa orang tinggal di kota pas pulang maunya dipandang sukses,” kata Andi.

“Maka itu naik helikopter misalnya mudik, ya cuma buat pamer aja,” tambahnya.