PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Tips Menghemat Pengeluaran di Bulan Ramadan dan Lebaran

Tips Menghemat Pengeluaran di Bulan Ramadan dan Lebaran

pengeluaranKontak Perkasa – Bulan puasa telah tiba. Bulan Ramadhan, bulan penuh ampunan dan Rahmat. Niat hati untuk melaksanakan ibadah, mendapatkan diri pada Illahi Rabbi.

Menahan lapar dan dahaga serta hawa nafsu yang buruk. Sehingga untuk mencapai kemenangan.

Kalau bulan-bulan biasa pengeluaran untuk keperluan normal saja. Namun, di bulan puasa dan menjelang Lebaran, tak terasa setidaknya pengeluaran menjadi lebih banyak bahkan hingga melonjak dari biasanya.

Dari pengeluaran yang terutama seperti biaya mudik dan balik, pengeluaran untuk merenovasi rumah, mengecat dinding, beli pakaian baru, beli atau memperbaiki kendaraan, beli kue-kue lebaran, dan masih banyak lagi.

Pengeluaran untuk biaya Ramadhan dan Lebaran bisa meningkat menjadi 2 – 3 kali lipat. Masih dikatakan wajar. Namun jika perkiraan sampai 5 kali lipat dari sewajarnya, ini yang harus diwaspadai.

Untuk itu agar keuangan Anda tidak jeblok nantinya, diperlukan beberapa rencana dan saran-saran untuk pengeluaran Anda.

Hindari utang

Simpanan yang dirasakan kurang mencukupi serta tergiur kebutuhan puasa dan lebaran yang aduhai serta merta terkadang seseorang tergoda untuk mencari utang. Menurut perencanaan keuangan Budi Raharjo meminjam uang dengan kartu kredit merupakan upaya yang kurang bijaksana untuk digunakan konsumsi puasa dan lebaran.

Ketimbang harus berutang, disarankan Anda memangkas biaya-biaya yang memang kurang penting yang nilainya besar. Atau lebih baik Anda menunda mudik ke tahun depan lagi. Menggunakan kartu kredit justru akan mengakibatkan masalah baru bagi keuangan Anda, karena Anda harus mengembalikan utang tersebut dan bunganya.

Merencanakan pengeluaran

Membuat pencatatan pengeluaran yang terperinci akan menghindari aliran uang yang begitu cepat untuk konsumsi puasa dan lebaran. Sisakan rencana pengeluaran cadangan, misalnya untuk memperbaiki mobil jika terjadi masalah di perjalanan.

Yang kedua, catat biaya mudik. Ini yang terpenting. Setelah itu uang untuk belanja pakaian baru, makanan, dan oleh-oleh. Bila agak terbatas, dana Anda bisa dihemat dengan menghapus salah satunya. Misalnya Anda tidak perlu membeli kue, atau jika ingin membeli juga, batasi jumlahnya.

Dana yang akan dikeluarkan selama puasa juga kudu diperhitungkan, misalnya untuk buka puasa, apakah Anda akan buka puasa di luar rumah atau memasak sendiri untuk berhemat. Untuk mudik, masukkan biaya tiket atau ongkos bensin jika menggunakan kendaraan pribadi. Biaya makan di perjalanan, biaya untuk menginap di hotel.

Perencana keuangan Eko Endarto mengatakan catatan ini akan mengurangi risiko uang amblas sesudah lebaran.

Catatan dapat Anda rencanakan jauh hari sebelum lebaran, misalnya sebulan sebelum puasa.

Bila Anda mendapat gaji dan THR, plus simpanan yang Anda miliki yang sudah Anda persiapkan. Dari situlah, uang yang akan Anda gunakan untuk dihemat.

Tahan godaan

Perencana keuangan Lisa Soemarto mewaspadai godaan-godaan yang muncul ketika banyak tawaran dari para produsen atau penjual di sekitar puasa dan lebaran yang menjual pakaian-pakaian baru, mobil baru, motor baru, barang elektronik, membeli oleh-oleh yang mahal, dan banyak lagi.

Lisa Soemarto mengingatkan biasanya masyarakat Indonesia banyak yang  konsumtif tergoda mengonsumsi barang-barang kebutuhan lebaran itu. Hal itu bisa membahayakan dan menjadi boomerang nantinya. Keuangannya menjadi bablas.

Lisa menyarankan agar terhindar dari bablas, maka Anda Anda harus tahan dan mengekang diri dari godaan nafsu konsumtif. Jika dirasa tidak perlu, Anda tidak perlu membelinya.

Itulah beberapa saran bagi Anda yang disarankan para perencana keuangan di saat Anda menjalankan puasa dan Idul Fitri agar keuangan Anda tetap sehat dan tidak bablas.

Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci, bulan penuh ampunan dan Rahmat bagi seluruh umat Muslim.