PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Indonesia Kekurangan Talenta Digital di Semua Industri

Indonesia Kekurangan Talenta Digital di Semua Industri

industri

Kontak Perkasa – Chief Human Capital Officer (CHCO) PT Telekomunikasi Indonesia H(Persero) Tbk alias Telkom Herdy R Harman mengatakan, kebutuhan talenta digital terutama dari generasi millenial tidak bisa dicegah.

“Zaman telah berubah, era disrupsi sudah nyata terjadi,” ujarnya dalam “PluggedIn, Corpu Indonesia Learn & Share” di Bandung, Jumat (16/11/2018).

“Airbnb dan Uber tak perlu punya hotel dan kendaraan, namun mereka sudah jadi big business dalam waktu singkat, sehingga perlu percepatan talenta digital,” tambahnya.

Kebutuhan tersebut, membuat grup perusahaannya menempatkan 80 persen karyawan kaum milenial sedangkan di Telkom sebanyak 35 persen.

“Terjadi kenaikan 15 persen dari komposisi awal saat saya menjabat CHCO 2015 lalu, sebesar 20 persen,” katanya.

Untuk menumbuhkannya, salah satu strategi yang dilakukan adalah saling belajar sekaligus berbagi pengalaman antar para pihak melalui forum PluggedIn.

Forum ini bisa diakses para pegiat HCM khususnya yang berada di BUMN.

Dia melanjutkan, perubahan sosial dan prilaku masyarakat dan industri membuat karyawan selalu mengutamakan kepraktisan beraktivitas termasuk saat belajar.

Secara simultan, hierarkis bos dan bawahan makin memudar seiring tren kolaborasi dan interpreneurship, sehingga lingkungan kerja menjadi lebih fleksibel.

“Harapan kami (melalui PluggedIn) proses pembelajaran dan berbagi menjadi lebih fun, lebih luas aksesnya, serta seperti yang kami alami, mampu memberikan dampak kepada performa bisnis perusahaan,” tuturnya.

SGM Telkom Corpu Rina D Pasaribu mengatakan, acara tersebut berusaha menyinergikan semua pihak, karenanya hadir di lokasi sedikitnya 300 perwakilan dari 74 entitas (60 BUMN, 5 Lembaga pemerintahan, 2 Universitas, dan 7 Swasta).
Menurut dia, pihaknya merasa memiliki kompetensi dalam bidang digital sehingga menginisiasi platform digital untuk semua pihak yang tertarik peningkatan kompetensi SDM.