PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Pak Jokowi, Masih Ada 7 Juta Orang Nganggur di RI

Pak Jokowi, Masih Ada 7 Juta Orang Nganggur di RI

jokowiKontak Perkasa – Selain merilis data pertumbuhan ekonomi nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) juga merilis data ketenagakerjaan di Indonesia.

Per Agustus 2018, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia mengalami penurunan jika dibandingkan pada periode yang sama di tahun 2017.

Tingkat pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2018 juga paling banyak didominasi oleh lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pengangguran terbuka di Indonesia per Agustus 2018 turun jika dibandingkan dengan Agustus 2017. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka pengangguran terbuka per Agustus 2018 sebesar 5,34% atau setara 7,001 juta orang.

Suhariyanto menuturkan jumlah penduduk usia kerja di Indonesia sebanyak 194,78 juta orang. Rinciannya 131,01 juta merupakan angkatan kerja dan 63,77 juta orang bukan angkatan kerja.

Selanjutnya dari total 131,01 juta orang itu, yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, sedangkan 7,001 juta orang pengangguran.

“Angkanya itu 5,34% itu 7,001 juta orang, kalau Agustus 2017 7,004 juta orang atau turun 0,004,” kata pria yang akrab disapa Kecuk.

Jika dirinci dari jumlah 124,01 juta orang yang bekerja, sebanyak 88,43 juta orang merupakan pekerja penuh, 27,37 juta orang sebagai pekerja paruh waktu, dan 8,21 juta orang merupakan setengah pengangguran.

Suhariyanto mengatakan angka pengangguran yang sebanyak 7,001 juta didominasi oleh masyarakat yang berasal dari lulusan sekolah menegah kejuruan (SMK).

“SMK masih mendominasi TPT diantara tingkat pendidikan lain,” kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Berdasarkan data BPS, TPT yang berasal dari pendidikan SMS sebesar 11,24%, lulusan SMA sebesar 7,95%, lulusan diploma I/II/III sebesar 6,02%, lulusan universitas sebesar 5,89%, lulusan SMP sebesar 4,80%, dan sekolah dasar (SD) sebesar 2,43%.

Suhariyanto mengatakan menurut provinsi angka pengangguranyang sebesar 5,34% paling banyak berada di Banten.

“TPT tertinggi tercatat di Provinsi Banten sebesar 8,52%,” kata Suhariyanto di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Senin (5/11/2018).

Sedangkan yang paling rendah, kata Suhariyanto terjadi di Provinsi Bali sebesar 1,37%. Untuk wilayah besar seperti Provinsi DKI Jakarta sebesar 6,24%. Jawa Timur sebesar 3,99%, Jawa Tengah sebsar 4,51%.

“TPT terendah di Provinsi Bali sebesar 1,37%,” ujar dia.

Pengusaha menilai tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia yang masih didominasi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ironis.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J. Supit mengatakan, ironisnya karena lulusan SMK seharusnya menjadi SDM yang siap kerja.

“Memang sangat ironis, justru SMK itu sekolah kejuruan/vokasi tapi prosentase pengangguran paling tinggi tamatan SMK,” kata Anton saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Senin (5/11/2018).

“Artinya ada yang salah dalam pengelolaan SMK,” jelas dia.

Pengelolaan SMK yang salah, maksud Anton adalah tidak sesuainya kurikulum pembelajaran dengan potensi di daerah masing-masing.

“Antara lain kurikulum, tidak adanya tempat praktek kerja yang sesuai, tidak sesuai dengan potensi daerah dan lain-lain,” ungkap dia.

Tinggalkan Balasan