PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Tiga Teknologi Dalam Dunia Pekerja Manusia

Tiga Teknologi Dalam Dunia Pekerja Manusia

teknologiKontak Perkasa – Evolusi digital membawa pengaruh dalam dunia kerja manusia. Ada tiga teknologi digital yang memengaruhi manajemen proyek yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), dan Blockchain.

AI memiliki kemampuan yang sangat canggih untuk membantu memudahkan aktivitas manusia. Bisa dilihat bagaimana AI sangat berkontribusi menghasilkan asisten virtual seperti Alexa dan Siri.

Google baru-baru ini merilis Duplex yang merupakan asisten buatan yang bisa berinteraksi dengan manusia secara natural. Bahkan telah melewati tes Turing -sebuah tes untuk menguji kecerdasan sistem-, agar tepat guna. Google mengungkap Duplex adalah jaringan saraf yang meniru jaringan otak manusia.

Terkait dengan bantuannya, AI diklaim bisa membantu pekerjaan dengan efektif. Duplex bisa melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh asisten pribadi, sehingga seseorang bisa memfokuskan waktu dan energi ke tugas-tugas yang lebih penting.

Kedua adalah Internet of Things (IoT). Melalui IoT manusia bisa menyambungkan berbagai perangkat melalui sambungan internet. Kendati demikian teknologi ini masih belum bisa diterapkan dalam manajemen proyek karena IoT belum didukung oleh infrastruktur jaringan yang bagus.

Oleh karena itu, setiap proyek yang menggunakan IoT dipastikan akan membutuhkan dana dan waktu yang jauh lebih banyak untuk menguji perkembangannya. Kabar baiknya IoT sudah mulai banyak diadopsi sehingga manusia nanti bisa menuai keuntungan dari peningkaan interkoneksi perangkat.

Ketiga adalah Blockchain. Blockchain memengaruhi akuntasi dan industri lainnya. Bitcoin adalah serangkaian blok dalam rantai yang dapat diverifikasi oleh siapa pun, di mana pun, dan kapan pun.

Proyek manajeman secara tidak sadar sesungguhnya telah menggunakan tekonologi blockchain. Beberapa aplikasi yang populer seperti Google Drive dan Trello yang berbasis komputasi awan. Tentu dibutuhkan adaptasi oleh pekerja agar bisa menggunakan blockchain dengan benar seperti dilansir dari Forbes, Selasa (23/10).