PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | 51% Saham Freeport Resmi Milik Indonesia

51% Saham Freeport Resmi Milik Indonesia

freeportKontak Perkasa – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum telah meneken Sales and Purchase Agreement (SPA) dengan Freeport McMoRan Inc kemarin di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat. Penandatanganan dilakukan oleh Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin dan CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson.

Penandatanganan ini merupakan lanjutan dari dari penekenan pokok-pokok perjanjian (Head of Agreement/HoA) antara pemerintah dengan perusahaan berbasis di Amerika Serikat, Freeport-McMoRan Inc (FCX) yang dilakukan pada 12 Agustus 2018 lalu.

Pasca penandatanganan ini, Inalum masih harus menyelesaikan administrasi dan pembayaran sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 56 triliun agar mendapatkan kepemilikan 51,2%. Pembayaran tersebut ditargetkan selesai November 2018.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan bahwa pihaknya menunggu PT Freeport Indonesia (PTFI) mengirim surat untuk mengubah susunan pemegang saham perseroan. Hal ini dilakukan setelah dilakukannya penandatanganan Sales and Purchase Agreement (SPA) antara PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoRan Inc.

“Kalau setelah ini kita tunggu PT Freeport Indonesia mengirimkan surat kepada ESDM sebagai regulator untuk ubah pemegang saham,” ujar Jonan di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Setelah hal itu dilakukan, maka Kementerian ESDM akan mengubah status kontrak Freeport Indonesia dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

“Lalu setelah itu kami bisa akhiri KK jadi IUPK. Kapan? Tergantung selesai pembayaran Inalum kedua itu kapan,” tutur Jonan.

Jonan juga menambahkan bahwa akuisisi 51% saham PTFI ke Inalum sudah selesai dilakukan, hanya saja tinggal menyelesaikan sejumlah proses administrasi.

“Ini tinggal administrasi saja. Sudah selesai,” kata Jonan.

Direktur Utama Inalum Budi Gunadi Sadikin mengatakan terkait masalah lingkungan yang menjadi sorotan juga sudah menjadi perhitungan dalam melakukan transaksi sebesar US$ 3,85 miliar atau Rp 56 triliun.

“Jika mengenai lingkungan, kami di dalam memperhitungkan transaksi, semua faktor sudah diperhitungkan,” kata Budi di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Lingkungan Hidup da Kehutanan (KLHK) Ilyas Assad menambahkan bahwa berdasarkan temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada kerugian dari lingkungan dan masalah tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh KLHK.

“Apabila pemerintah terbitkan izin lingkungan, maka hal-hal mengenai dampak sudah diperhitungkan dalam perjanjian itu,” katanya.

Masalah lingkungan yang ada di Freeport Indonesia adalah soal tailing atau limbah tambang. Penanganan tailing diselesaikan dalam waktu satu tahun.

“Dalam waktu dekat ini, roadmap tersebut nantinya soal pengaturan dan penanganan tailing dan lingkungan akan selesai dalam waktu satu tahun,” ujarnya.

Langkah Inalum untuk mengakuisisi saham Freeport Indonesia memasuki babak baru yang kian dekat. Inalum tinggal menyelesaikan sejumlah hal administratif dan pembayaran yang ditargetkan selesai November 2018.

CEO Freeport McMoran Richard Adkerson mengatakan bahwa akuisisi tersebut membutuhkan proses. Akan tetapi, ini bukan menjadi isu yang berarti.

“Sesuatu yang terjadi dengan akuisisi ini harus mendapatkan persetujuan dari organisasi. Ini akan memakan waktu, tapi ini bukan risiko,” kata Adkerson di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Ia menambahkan bahwa tidak akan terjadi perubahan harga dari akuisisi saham Freeport Indonesia hingga 51%. Inalum akan membayar US$ 3,85 miliar atau Rp 56 triliun agar mendapatkan kepemilikan 51,2%.

Participating Interest (PI) Rio Tinto sebesar 40% juga disepakati untuk dikonversi menjadi saham.

“Kami sudah sepakat dengan harga pada ketentuan dasar divestasi dan bagaimana hak partisipasi Rio Tinto dikonversi menjadi saham,” ujar Adkerson.

Ia juga mengatakan bahwa negosiasi ini berjalan cukup alot. Ia juga senang akhirnya bisa mencapai di titik ini.

“Jadi kami telah membahas banyak hal, banyak kerja keras, orang-orang ini di sini telah melakukan pekerjaan yang hebat, dan itu adalah kesepakatan yang rumit, dan kami senang bahwa kami mencapai titik ini,” kata Adkerson.

Operasi tambang Freeport Indonesia juga berjalan sebagaimana mestinya ke depan. Inalum selaku pemegang saham juga akan dilibatkan dalam operasi tambang.

“Kami akan menjadi mitra dengan Inalum untuk mengelola Freeport Indonesia. Kami akan terus melanjutkan operasi untuk memastikan operasi dan pengelolaan lingkungan ditangani dengan benar,” kata Adkerson.

Adkerson berharap pasca penandatanganan SPA tersebut bisa memberikan stabilitas investasi di Indonesia dan tidak ada lagi kontroversi.

“Keyakinan saya adalah kami memiliki stabilitas yang lebih baik dan kami tidak akan memiliki kontroversi,” kata CEO Freeport McMoran Richard Adkerson di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Ia juga sudah memenuhi keinginan pemerintah untuk membagi kepemilikan saham mayoritasnya ke Indonesia. Dengan demikian, operasional tambang bisa berjalan dengan baik dan bisa meningkatkan produksi.

“Ini adalah bisnis yang besar, bisnis yang rumit, dan akan dapat memiliki produksi volume tinggi, keamanan, dan itu akan menciptakan banyak nilai tambah bagi Inalum, Freeport dan rakyat Papua. Para pegawai kami juga mendapatkan manfaat dan pajak dan royalti yang signifikan kepada pemerintah pusat,” jelas Adkerson.

Adkerson menambahkan bahwa kesepakatan ini merupakan solusi yang sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak. Dalam hal ini, Freeport Indonesia mendapatkan kepastian operasi dan stabilitas investasi ke depan dan Rio Tinto akhirnya bisa menjual hak partisipasinya.

“Ini adalah win-win solution,” kata Adkerson.

Ditanya mengenai operasi tambang Freeport Indonesia, Adkerson mengatakan bahwa hal tersebut akan terus berjalan dengan normal. Operasi tambang salah satu tersulit di dunia ini membutuhkan pengalaman.

“Ini adalah tambang yang paling sulit di dunia dan tambang bawah tanah ini belum pernah ada di dunia pertambangan,” tutur Adkerson.

PT Freeport Indonesia (PTFI) akan mendapatkan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus Sementara (IUPK-S) dari Kementerian ESDM. Sebelumnya, Freeport Indonesia juga sudah mendapatkan perpanjangan izin tersebut pada awal September 2018 kemarin dan berakhir bulan ini.

“Sehingga kalau ditanyakan ini kan sudah September kemungkinannya bagaimana? Maka dia akan extend kembali itu aja,” kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (27/9/2018).

Perpanjangan IUPK -S kemungkinan ditambah satu bulan ke depan. Perpanjangan izin tersebut layaknya dilakukan seperti sebelumnya.

“Oleh karena itu perpanjangannya seperti yang sudah kita lakukan akan diperpanjang satu bulan lagi,” kata Bambang.

Pembayaran akuisisi hingga 51% saham Freeport Indonesia ditargetkan selesai pada November 2018 atau dua bulan dari sekarang. Proses pembayaran membutuhkan waktu seiring dengan hal administrasi lainnya yang sedang diselesaikan.

“Saya targetnya kan November sudah semua sudah beres, sudah bayar, sudah semua, sudah done,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno ditemui di tempat yang sama.