PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Rabu Ini, Facebook ‘Disidang’ DPR

Rabu Ini, Facebook ‘Disidang’ DPR

sidangKontak Perkasa – Skandal penyalahgunaan data Facebook hingga 87 juta, membuat tiap negara was-was, tak terkecuali Indonesia. Dijadwalkan Rabu ini (11/4/2018) Facebook dipanggil oleh Komisi I DPR RI.

Pemanggilan ini tak lepas dari 1.096.666 atau sekitar 1,3% dari 87 juta yang disalahgunakan itu berasal dari Indonesia. Angka tersebut membuat Indonesia berada di urutan ketiga terbesar yang dicuri datanya, setelah Filipina 1,1 juta dan Amerika Serikat dengan 70 juta.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Hanafi Rais mengatakan, pihaknya memanggil perwakilan Facebook Indonesia untuk menjelaskan persoalan skandal penyalahgunaan data Facebook, khususnya yang ada di Indonesia.

“Kita undang Country Head Facebook Indonesia. Dia berusaha hadir Rabu siang. Nanti kita dalami problem dan tindak lanjutnya seperti apa di RDP (Rapat Dengar Pendapat) nanti,” ucap Hanafi di Gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Apakah pemanggilan Facebook ini menjadi jalan untuk penutupan layanan di Indonesia, Hanafi menyebutkan bahwa itu belum bisa diungkap secara pasti, karena harus menunggu penjelasan dari Facebook.

“Tidak menutup kemungkinan, pemerintah mengambil sikap tegas dan kita dorong pemerintah ambil sikap tegas karena di negara asalnya (Facebook) sendiri, sedang diselidiki,” ucap politikus PAN ini.

Sebelumnya, usai terkuak ada data Indonesia yang turut dicuri oleh firma politik Cambridge Analytica yang diungkap oleh Chief Technology Officer Facebook Mike Schroepfer, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara langsung memanggil perwakilan Facebook di Indonesia.

Hasil pertemuan pada pekan lalu itu, menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya, Facebook harus mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, berkoordinasi dengan polisi menyangkut penyalahgunaan data pribadi, melakukan shutdown aplikasi kuis serupa Cambridge Analytica, dan meminta masyarakat untuk ‘puasa’ aktivitas di media sosial.

Akibat kebocoran data pengguna Facebook di Indonesia ini, pemerintah pun yang tadinya hanya melakukan teguran secara lisan, kemudian menaikkan statusnya menjadi teguran secara tertulis.

“Teguran lisan sudah saya lakukan, teguran tertulis sekarang karena saya sudah komunikasi tapi ditegur lagi sekarang secara tertulis,” ujar Menkominfo Rudiantara usai melakukan pertemuan dengan perwakilan Facebook Indonesia di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Kamis (5/4).