PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Kehadiran MRT Jadi Stimulus Perkembangan Transportasi Massal di Ibu Kota

Kehadiran MRT Jadi Stimulus Perkembangan Transportasi Massal di Ibu Kota

mrtKontak Perkasa – Kedatangan dua kereta mass rapid transit (MRT) yang dikirim dari Jepang ke Jakarta jadi penanda proyek MRT akan dioperasikan di Ibu Kota

Dari segi kontruksi, proyek fase I rute Lebak Bulus-Bundara HI yang mulai dikerjakan pada 2013 itu, hingga akhir Maret mencapai 92,5 persen pada jalur layang dan jalur bawah tanah.
Jalur layang yang melintas dari Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja, konstruksi fisiknya mencapai 89,19 persen. Sementara untuk jalur bawah tanah dari Bundaran Senayan sampai Bundaran HI progres konstruksinya mencapai 95,83 persen.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah saat dihubungi Kompas.com, Kamis (5/4/2018) mengatakan, seluruh pembangunan tetap on schedule, termasuk jalur serta stasiun pemberhentian. “Ya, masih on schedule 2019 selesai,” ujar Tubagus.

Tubagus mengatakan, proses konstruksi sempat tersendat karena masalah lahan. Namun, permasalahan tersebut telah selesai diatasi.

Soal kajian dampak pengoperasian MRT di Ibu Kota, Tubagus belum bisa menjawabnya karena sampai saat ini belum dibuat kajian sejauh apa pengaruh MRT khususnya untuk mengurangi kemacetan. Namun, Tubagus meyakini bahwa MRT bisa menjadi backbone dan stimulus transportasi massal di Ibu Kota.
“(Panjang) MRT kan baru 15,7 km, perubahannya pun mungkin tidak sangat signifikan, paling tidak sudah menjadi stimulan untuk perubahan transportasi di Jakarta,” ujar Tubagus.

Meski belum bisa memprediksi pengurangan kemacetan, Tubagus meyakini dengan beroperasinya MRT, maka kawasan di sekitarnya bisa berkembang.

Jadi stasiun yang disinggahi, MRT merencanakan untuk membuat bisnis retail yang tak hanya bekerjasama dengan usaha mikro kecil menengah binaan Pemprov DKI, tapi juga swasta.
Berbagai retail direncanakan ada di setiap stasiun, termasuk makanan dan minuman. Tubagus meyakini dengan adanya stasiun MRT bisa menjadi sebuah industri bahkan lifestyle baru di Jakarta.

“MRT kan bukan (hanya) perusahaan transportasi, tetapi menjadi lifestyle dan industri karena kami kan TOD. Di sana ada beberapa tempat yang bisa dikunjungi, food and beverage. Bisa menjadi stimulan kebangkita ekonomi baru,” ujar Tubagus.
Konstruksi MRT fase I direncakan selesai Juli 2018. Adapun uji coba ditargerkan Desember 2018, dan pengoperasian Maret 2019.