PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Rahasia Menjaga Identitas di Internet Meski Hobi Sosmed

Rahasia Menjaga Identitas di Internet Meski Hobi Sosmed

sosmed

Kontak Perkasa – Jonathan Hirson, seorang humas profesional berhasil menyembunyikan identitasnya selama 25 tahun belakangan. Meskipun dia sangat aktif menggunakan akun sosial media dan familiar dengan publikasi, tak ada segelintir pun fotonya yang muncul di dunia maya.

Sejauh ini, pencarian Google tak berhasil menunjukkan wajahnya. Padahal, Hirshon memiliki 3.000 lebih teman di Facebook dan sangat sering memperbarui statusnya yang berisi informasi personal.

“Saya memilih untuk membagikan segalanya secara virtual tentang diri saya melalui sosial media, tetapi wajah adalah yang sangat penting bagi saya sebagai seorang individu, dan ini merupakan upaya saya untuk menjaga satu informasi terakhir untuk identifikasi yang bisa saya kontrol,” jelasnya.

Selama menggunakan internet, Hirshon menantang dirinya sendiri untuk bertahan selama mungkin untuk tidak menunjukkan wajahnya di dunia maya. Namun itu tak berarti foto wajahnya sama sekali tak pernah menyentuh internet.

“Ini berubah menjadi perjalanan 20 tahun …. Hanya ada dua kejadian di mana gambar saya diambil [dan diposting] tanpa seizin saya, dan mereka keduanya sudah dihapus dari internet,” lanjutnya.

Anonimitas dalam dunia yang serba data ini menjadi hal yang semakin jarang terjadi. Facebook mulai menggunakan teknologi pengenalan wajah di tahun 2010 untuk mengidentifikasi dan menandai pengguna setiap kali foto diunggah oleh pengguna mana pun ke situsnya. Layanan ini membantu pengguna mengelola kapan dan di mana gambar mereka muncul secara online.

Di sisi lain, perusahaan kartu kredit juga mulai mempertimbangkan penggunaan swafoto untuk memungkinkan pelanggan membayar barang. Banyak sekolah juga menggunakan teknologi ini untuk absensi. Bahkan, Badan Penegak Hukum sudah menggunakannya untuk melacak pelaku.

Apple juga telah merilis iPhone X dengan fitur pengenal wajah. Hanya pada perusahaan Cupertino inilah Hirshon mempercayakan data mengenai wajahnya.