PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Kontak Perkasa | Ini Dia Fakta yang Terungkap di Kasus Penipuan Ponakan Palsu Kapolri

Ini Dia Fakta yang Terungkap di Kasus Penipuan Ponakan Palsu Kapolri

penipu

Seorang perempuan bernama Kontak Perkasa – Titin Hendiko (42) dibekuk polisi karena kasus penipuan. Titin nekat mengaku sebagai ponakan Kapolri dan kerabat pejabat saat melancarkan aksinya.

Bermodal janji manis ditambah mengaku-aku sebagai ponakan Kapolri, Titin alias Triyas Tyindira binti Sarifuddin berhasil memperdaya para korban dan membawa kabur uang hasil penipuan sebesar Rp 1,7 miliar.

Polisi kemudian menggelar pemeriksaan maraton terhadap Titin dan para korban. Sejumlah fakta terungkap.

Titin bermodus penerimaan tamtama, bintara Polri, dan PNS dengan jalur khusus. Setiap korban dimintai uang dengan jumlah yang berbeda antara Rp 160 juta- Rp 300 juta.

Terdapat 8 korban penipuan Titin, empat orang di antaranya sudah dibawa ke Semarang oleh pelaku. Empat orang korban tersebut disembunyikan Titin di sebuah kos-kosan di Jalan Anggrek VIII Nomor 2 Sweethome Resident, Semarang.

Selama menginap di sana, pelaku memerintahkan para korban untuk mengganti nomor ponselnya. Mereka juga dilarang menghubungi siapapun kecuali Titin.

Pengelola kos mengaku terkejut saat mengetahui bahwa para penyewa kamarnya adalah korban penipuan. Ditambah lagi Titin tak pernah menampakkan diri di kos tersebut.

Barang bukti yang disita polisi dari tangan Titin di antarany uang tunai, dua kartu ATM, dua slip BNI, satu kuitansi atas nama seseorang, satu buku catatan, satu unit mobil Toyota Innova nomor polisi R-89-DL, dan satu unit Toyota Harrier bernomor polisi D-1177-AS.

Ada pula enam buah cincin emas, satu anting, satu kalung plus liontin, tiga gelang rantai, lima gelang, satu jam tangan, satu ponsel Samsung, hingga tiga bungkus paket pakaian atas nama orang yang berbeda-beda.

penipu1

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, AKP Sapto Nugroho mengatakan bahwa dari Rp 1,7 miliar, kini uang korban yang tersisa Rp 29 juta.

“Yang diamankan Rp 29 juta, sisa dari (uang) korban. Uang (dari korban) digunakan untuk foya-foya,” kata Sapto.

Beberapa di antaranya, lanjut Sapto, uang dari korban digunakan untuk menyewa apartemen, menyewa mobil dan berbagai keperluan pribadinya.

“Mobil Harier itu rental untuk meningkatkan performa, dia rental mobil bagus-bagus. Di Jakarta tinggal di apartemen, kos, berpindah untuk menghindar kejaran korban sehingga sulit sekali dilacak,” ujarinya.

Polisi masih mendalami apakah ada keterlibatan orang lain dalam aksi penipuan ini. Begitu juga soal kemungkinan bertambahnya korban. Untuk itu polisi mengimbau warga yang menjadi korban Titin untuk segera melaporkannya kepada kepolisian.