PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Langkah emas terbebani Keperkasaan dollar | Kontak Perkasa Futures

PT KONTAK PERKASA FUTURES

Kontak Perkasa – Harga emas dunia tak banyak mencatatkan perubahan pada transaksi Rabu (28/12). Berdasarkan data CNBC, pada pukul 15.45 waktu New York, harga emas di pasar spot naik 0,18 persen menjadi US$ 1.140,91 per troy ounce setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 14 Desember di US$ 1.148,98.Sedangkan harga kontrak emas untuk pengantaran Februari bertengger di posisi US$ 1.140,90 per troy ounce.

Penurunan harga emas kali ini dipicu oleh penguatan dollar AS. “Dalam jangka pendek, kita akan fokus pada level support US$ 1.100 dan jika level ini ditembus, maka menandakan bearish bagi harga emas. Sedangkan dari sisi upside, emas harus berhasil menembus level US$ 1.170 dan US$ 1.200,” papar Naeem Aslam, chief market analyst ThinkMarkets.

Sekadar informasi, harga emas sudah anjlok lebih dari 8 persen pada November seiring dengan kenaikan tingkat yield surat utang AS pasca Donald Trump memenangkan pemilu AS. Beredar spekulasi, komitmennya terhadap sektor infrastruktur akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

Pada 15 Desember, harga emas bahkan menyentuh level terendah dalam 10 bulan. Penyebabnya, data ekonomi AS yang solid memberikan kepercayaan bagi bank sentral AS untuk mengerek kenaikan suku bunga acuan pertama dalam setahun terakhir. Bahkan The Federal Reserve memberikan sinyal untuk mengerek suku bunga sebanyak tiga kali lagi pada tahun depan.

Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk hari ini, Kamis (29/12) kembali bergerak naik.

Seperti dikutip dari situs Logam Mulia, harga pecahan 1 gram emas Antam Rp 587.000. Angka ini naik Rp 1.000 dari posisi harga Rabu (28/12) kemarin. Sedangkan harga rata-rata satu gram emas untuk pecahan 500 gram dibanderol seharga Rp 547.600 per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) emas Antam hari ini naik Rp 2.000 jika dibandingkan harga sebelumnya. Harga buyback emas Antam hari ini berada di angka Rp 493.000 per gram.

“Untuk jangka pendek jika keadaan geopolitik global semakin memanas bukan tidak mungkin harga emas kembali mengarah naik mengejar level US$ 1.200 per ons troi,” tutur Daniel Hynes, Senior Commodity Strategist ANZ seperti dikutip dari Bloomberg.

Terbaru, penembakan Duta Besar Rusia di Ankara, Turki memicu memanasnya situasi geopolitik. Keadaan ini lantas menopang naiknya pamor emas sebagai aset safe haven. Ditambah lagi hingga pukul 18.25 WIB posisi index USD tergerus 0,15 persen di level 103,13 turut memberikan celah bagi emas untuk naik tipis.

Hanya saja, “keunggulan USD jelas akan memberikan dampak pada emas. Sebab sentimen investor akan kembali melirik USD dan aset berisiko seketika setelah meredanya kekhawatiran geopolitik tersebut,” tambah Hynes.

Selain itu pelaku pasar kini juga sedang menantikan rilis data pertumbuhan ekonomi AS kuartal tiga 2016 yang diduga naik dari 3,2 persen menjadi 3,3 persen. Jika data tersebut dirilis positif bukan tidak mungkin harga emas besok koreksi lagi. Pasalnya hal tersebut semakin mengonfirmasi tren positif arah perekonomian AS tahun 2017 mendatang.  kontan.co.id

PT KONTAK PERKASA FUTURESPT KONTAK PERKASA