PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Monthly Archives: Oktober 2019

Lem Aibon untuk Sekolah dan Sistem DKI yang Dianggap Bermasalah

Lem Aibon untuk Sekolah dan Sistem DKI yang Dianggap Bermasalah

balai kotaPT KP Press – Rencana anggaran 2020 DKI Jakarta sedang jadi sorotan, salah satunya adalah anggaran lem Aibon untuk sekolah senilai Rp 82 miliar. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun menyebut sistem bermasalah sebagai pangkal masalahnya. Begini runutannya.

Anggaran Lem Aibon Disorot

Anggaran lem Aibon ini pertama kali diungkap oleh anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta William Aditya Sarana. Wiliam kala itu mem-posting screen capture apbd.jakarta.go.id, dan dalam anggaran itu ditulis Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat menganggarkan lem Aibon untuk kegiatan Biaya Operasional Pendidikan Sekolah Dasar Negeri. Total anggarannya senilai Rp 82,8 miliar.

Anggaran yang dilampirkan di website APBD DKI itu juga sempat hilang dan tidak bisa lagi diakses oleh siapa pun. Bahkan hingga saat ini.

“Ditemukan anggaran aneh pembelian lem Aibon 82 miliar lebih oleh Dinas Pendidikan. Ternyata Dinas Pendidikan mensuplai 2 kaleng lem Aibon per murid setiap bulanya. Buat apa?” tulis William dalam akunnya, Selasa (29/10/2019).

Penjelasan Disdik DKI

Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Susi Nurhati ketika dimintai konfirmasi pada Selasa (29/10) mulanya mengatakan tidak benar jika ada anggaran pembelian lem Aibon. Susi juga menyebut kemungkinan ada kesalahan ketik terkait anggaran ini.

“Ini sepertinya (ada) salah ketik. Kami sedang cek ke semua komponen untuk diperbaiki,” ucap Susi saat dihubungi.

Namun hari ini Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menyebut rencana anggaran Rp 82 miliar untuk lem Aibon bukan salah ketik, melainkan itu adalah anggaran sementara yang kemudian diubah setelah mendapat rencana anggaran dari pihak sekolah.

Jadi anggaran yang di-upload di apbd.jakarta.go.id dan dipermasalahkan William itu hanya anggaran sementara menurut Syaefuloh.

“Terbentur waktu (saat penganggaran), kemudian Sudin (pendidikan tingkat kota dan kabupaten) susun anggaran sementara dengan harapan, saat sekolah selesai susun anggaran sekolah, ada 17 ribu komponen sekolah yang tertampung di 23 rekening itu detail sekali. Saat sekolah sudah selesai detail, kemudian komponen atau rekening yang sudah disusun Sudin nanti akan disesuaikan komponen yang sudah disusun sekolah,” ucap Syaefuloh kepada wartawan di gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu (30/10).