PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Monthly Archives: Agustus 2018

Kontak Perkasa | Aturan Konten Negatif Facebook Cs Sudah 80%

Aturan Konten Negatif Facebook Cs Sudah 80%

fbKontak Perkasa – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan rancangan Peraturan Menteri (Permen) Kominfo tentang pengendalian konten negatif di media sosial akan segera diterbitkan.

Disampaikan oleh Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, secara persentase, aturan untuk Facebook, Twitter, Instagram, dan layanan sejenis lainnya sudah mendekati 100%.

“Kalau secara persentase kesediannya sudah 80%,” ungkap Semuel ditemui usai acara kerja sama Kominfo dengan Qlue di Jakarta, Senin (27/8/2018).

Sementara itu, aturan dasarnya akan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah No. 82 tentang Penyelenggara Sistem dan Transaksi Elektronik Tahun 2016 yang tengah direvisi. Proses revisi PP no. 82 ini disebutkan akan selesai esok hari.

“Kita selesaikan PP no. 82 besok itu finalisasinya yang akan dikirimkan ke presiden untuk ditandatangani. Kita selesaikan itu dulu, baru masuk ke permennya,” tuturnya.

Pemerintah sendiri belum melakukan pembicaraan dengan para penyelenggara platform seperti Facebook dan lainnya. Hal itu dikarenakan mereka fokus pada penyelesaian PP no. 82.

“Itu belum karena masih disusun. Kalau denda kepada media sosial nanti ada di PP no. 82,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, pada April 2018, Kominfo mengirimkan tim khusus untuk mengkaji dan memastikan eksistensi penerapan aturan mengenai isu berita palsu, hoax dan ujaran kebencian, khususnya media sosial yang telah diterapkan di dua negara, yaitu Malaysia dan Jerman.

Pengiriman tim khusus tersebut lantaran maraknya peredaran konten hoax dan hate speech di medsos, terutama saat gelaran Pilkada dan menjelang Pilpres 2019.

Mengenai kondisi tersebut, Kominfo melakukan langkah-langkah pencegahan sesegera mungkin, memastikan bahwa semua teknologi digunakan untuk keperluan yang baik, bukan untuk kejahatan.

Tim Kominfo secara khusus ditugaskan Menteri Kominfo Rudiantara untuk memastikan strategi legislasi/regulasi kedua negara yang memungkinkan pemerintah mengatur isu berita bohong, hoaks dan ujaran kebencian yang menyebar melalui platform media sosial, serta perlindungan data pribadi.

Kontak Perkasa | KRL Sudah Padat, LRT Jabodebek Sampai Bogor Perlu Dipercepat

KRL Sudah Padat, LRT Jabodebek Sampai Bogor Perlu Dipercepat

jabodetabekKontak Perkasa – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyampaikan 2 tahun lagi lintasan LRT Jabodebek bakal sampai Bogor. Saat ini, LRT baru akan dibangun hingga ke Cibubur.

Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menilai LRT memang perlu dibangun sampai ke Bogor. Pasalnya keberadaan KRL Jabodetabek sudah semakin penuh dan desak-desakan.
Menurutnya perlu ada alternatif moda transportasi untuk memecah tingginya angka penumpang di KRL Jabodetabek. Maka dirasa tepat jika pembangunan LRT dilanjutkan ke Bogor.

“Saya kira di Bogor itu sekarang kan sudah ada KRL. Kita lihat penggunanya sudah banyak,” katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (26/8/2018).
Djoko menyebut, pengguna KRL mayoritas berasal dari Bogor. Jumlahnya diperkirakan 60% lebih. Sisanya adalah penumpang yang berasal dari Tangerang, Bekasi, dan sekitarnya.
Nantinya keberadaan LRT hingga ke Bogor bisa menjadi pilihan warga di sana yang hendak ke Jakarta, selain mengurai kepadatan di KRL Jabodetabek.
“Sementara yang mau ke Jakarta dia di wilayah timur Bogor bisa manfaatkan jalur LRT. Bagi orang-orang Bogor yang merasa KRL terdesak bisa punya pilihan ada KRL ada LRT,” sebutnya.

Sementara itu, KRL Jabodetabek sudah tidak memungkinkan lagi untuk menambah kapasitas angkut. Pasalnya akan menganggu perlintasan sebidang. Perlintasan sebidang bakal makin macet jika intensitas perjalanan kereta bertambah.
“Artinya sudah nggak bisa tambah kapasitas kecuali jalur sebidang hilang bisa tambah kapasitas,” tambahnya.

Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut 2 tahun lagi, LRT Jabodebek akan tersambung hingga ke terminal Baranangsiang, Bogor.