PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Category Archives: news

Laba Bank Mandiri Anjlok 30,93 Persen pada Kuartal III 2020

Laba Bank Mandiri Anjlok 30,93 Persen pada Kuartal III 2020

6554c5d4-b762-4eba-b3ab-f649e359c0b9_169

PT Kontak Perkasa – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp14,02 triliun pada kuartal III 2020. Keuntungan itu merosot 30,93 persen dari sebelumnya Rp20,3 triliun pada kuartal III 2019. Periode yang sama tahun lalu, laba bersih perseroan masih tumbuh 11,9 persen secara tahunan.

“Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi kuartal III-2020 sebesar Rp14,028 triliun,” ujar Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi dalam keterangan resmi, dikutip Senin, (26/10).

Ia mengatakan Bank Mandiri menambah pencadangan guna mengantisipasi potensi ketidakpastian ekonomi ke depan. Per September 2020, rasio coverage Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) konsolidasi perseroan berada di kisaran 205,15 persen. Sementara itu, pada kuartal III 2019, biaya CKPN justru berhasil ditekan menjadi sebesar 6,27 persen.

Baca Juga : Bitcoin ‘Bikin Sakit’, Lebih Baik Pilih Emas

“Kami membangun pencadangan untuk memastikan terjaganya kualitas aset, sebagai antisipasi penurunan kualitas kredit akibat pandemi covid-19,” imbuhnya.

Meski meningkatkan pencadangan, lanjutnya, perseroan memastikan bahwa likuiditas perseroan berada pada level yang aman. Ini ditopang oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi sebesar 14,92 persen dari Rp891,2 triliun menjadi menjadi Rp1.024,2 triliun.

Dari jumlah tersebut komposisi dana murah mendominasi yakni mencapai 61,9 persen dari total DPK.

Sementara, penyaluran kredit bank berlogo pita emas ini terpantau hanya naik tipis 3,7 persen dari Rp841,9 triliun menjadi Rp873,73 triliun pada akhir September 2020.

Darmawan menjelaskan penyaluran kredit produktif perseroan secara bank only tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy) menjadi Rp616,37 triliun, terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp301,55 triliun.

Ia menuturkan salah satu fokus penyaluran kredit perseroan adalah pelaku usaha terdampak covid-19, khususnya pelaku UMKM.

“Diharapkan penyaluran kredit produktif ini dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah wabah pandemi covid-19,” katanya.

Penyaluran kredit ke segmen wholesale, kata dia, masih menjadi motor pembiayaan perseroan dengan komposisi sebesar 65,3 persen atau Rp492,63 triliun. Nilai tersebut tumbuh 9,73 persen dari periode yang sama tahun lalu. Sedangkan pembiayaan ke sektor usaha mikro mencatat pertumbuhan sebesar 13,03 persen menjadi Rp49,07 triliun

Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) secara gross berada di level 3,33 persen secara konsolidasi. Dengan berbagai kinerja tersebut, aset konsolidasi perseroan naik 10,27 persen dari Rp1.275,7 triliun menjadi Rp1.407 triliun.