PT Kontak Perkasa Futures Sudirman

Author Archives: kpf jakarta

Minyak Stabil Dengan Prospek Permintaan Dikaburkan oleh Virus Delta

Minyak Stabil Dengan Prospek Permintaan Dikaburkan oleh Virus Delta

220c11ca5eca30271237d35c20cc5055

PT Kontak Perkasa – Minyak stabil setelah menambah sedikit kenaikan mingguan karena investor menilai prospek permintaan di tengah kebangkitan Covid-19.

Minyak berjangka di New York diperdagangkan mendekati $72 per barel setelah menambahkan 0,4% pada minggu lalu, kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan. Ada tanda-tanda bahwa permintaan bahan bakar seperti bensin telah meningkat saat program vaksinasi diluncurkan, meskipun varian delta yang menyebar cepat telah menimbulkan kekhawatiran tentang prospek jangka pendek. Pembatasan ketat telah diperbarui termasuk jam malam di beberapa tempat.

Wabah virus terbaru bertepatan dengan kesepakatan OPEC+ yang diselamatkan untuk menambah lebih banyak barel mulai Agustus mendatang, memicu tekanan yang kaku untuk minyak dan mengganggu reli harga. Ekspektasi untuk pengetatan pasar yang berkelanjutan sepanjang sisa tahun 2021, bagaimanapun, mengarah ke harga yang lebih tinggi.

Sementara pemulihan konsumen energi utama seperti AS dan China telah membantu menguras minyak mentah yang membengkak dan stok bahan bakar yang menumpuk selama pandemi, sektor penerbangan tertinggal. Perjalanan udara telah melonjak di Amerika Utara, tetapi itu tidak banyak membantu mengurangi kelebihan persediaan bahan bakar jet.

West Texas Intermediate untuk September turun 0,2% menjadi $71,91 per barel di New York Mercantile Exchange pada 09:08 di Singapura setelah naik 0,2% di sesi sebelumnya.

Brent untuk pengiriman September turun 0,2% menjadi $73,94 di ICE Futures Europe exchange setelah naik 0,4% pada hari Jumat. (frk)

Sumber: Bloomberg

 

 

PT KP Press
Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa

Merkel Bela Kesepakatan dengan AS soal Pipa Gas Alam Rusia

Merkel Bela Kesepakatan dengan AS soal Pipa Gas Alam Rusia

8db0da240c108983705f217561de1450

PT Kontak Perkasa Futures – Kanselir Jerman Angela Merkel, Kamis (22/7) membela kesepakatan kompromi dengan Amerika untuk mengizinkan dirampungkannya pipa gas alam Nord Stream 2 guna mengangkut bahan bakar dari Rusia ke Jerman tanpa pengenaan sanksi lebih jauh oleh Amerika.

Ia menyebut perjanjian tersebut, yang diumumkan Rabu (21/7) antara Berlin dan Washington, “baik untuk Ukraina,” meskipun jalur Nord Stream 2 senilai $11 miliar, yang telah selesai 98%, akan mengabaikan Ukraina dan Polandia. Jerman dan AS mengatakan berkomitmen memblokir setiap upaya Moskow untuk menggunakan jalur baru sebagai senjata politik guna mengontrol pasokan energi ke Eropa.

Jerman dan AS setuju untuk mendanai proyek energi dan pembangunan alternatif di Ukraina dan Polandia, meskipun kedua negara menyampaikan ketidaksenangannya pada perjanjian tersebut, dengan mengatakan perjanjian itu tidak cukup untuk mengurangi ancaman dikuasainya energi oleh Rusia.

“Perbedaan tetap ada. Kami melihat itu dalam reaksi kemarin,” kata Merkel kepada wartawan di Berlin, mengakui adanya tentangan mengenai kesepakatan itu di Kongres AS.

Para menteri luar negeri Ukraina dan Polandia dalam pernyataan bersama mengatakan perjanjian Jerman-AS itu menciptakan “ancaman politik, militer dan energi untuk Ukraina dan Eropa Tengah, sementara meningkatkan potensi Rusia untuk mengacaukan situasi keamanan di Eropa.”

Anggota Kongres dari Partai Republik dan Partai Demokrat juga bereaksi negatif. Senator Republik John Barrasso dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS mengatakan, “Presiden memberi Rusia senjata geopolitik baru.”

Meskipun Jerman telah berkomitmen untuk mengeluarkan $245 juta untuk pengembangan energi baru di Ukraina, Senator Demokrat Jeanne Shaheen mempertanyakan pentingnya hal itu.

Shaheen, yang mensponsori undang-undang sanksi Nord Stream 2, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin “telah menjelaskan melalui retorika dan tindakannya bahwa ia akan menghindari persyaratan apa pun yang diajukan pihak Barat untuk memajukan agenda Kremlin.”

Tetapi pemerintahan Presiden Joe Biden, yang ingin memperbaiki hubungan dengan Jerman yang rusak di bawah mantan Presiden Donald Trump, mengatakan pembangunan pipa itu sudah terlalu jauh untuk sekarang dicampakkan.

Merkel mengatakan Jerman sekarang memiliki “banyak pekerjaan rumah” sambil berharap bisa menengahi perpanjangan kesepakatan yang ada untuk transit gas Rusia melalui Ukraina yang membayar miliaran dolar biaya transit ke Kyiv namun akan berakhir pada 2024. Jerman juga ingin membalikkan aliran dari sistim pasokan gas Eropa ke Ukraina.

Sumber : VOA

 

PT KP Press
Kontak Perkasa Futures
PT Kontak Perkasa